RADIO SUARA SAWERIGADING MEDIA HIBURAN DAN INFORMASI-

Selasa, 07 Agustus 2012

Tosalamaq di Salabose dan Masjid Salabose

Penyebaran Islam di Majene, Sulawesi Barat di zaman Syeh Abdul Mannan bersama pengikutnya berlangsung selama puluhan tahun. Sampai sekarang jumlah pengikut tokoh penyebar Islam bergelar Tosalamaq di Salabose itu mencapai 80 persen. Khusus di Majene, 83 persen penduduknya pemeluk Islam.
Jejak-jejak sejarah yang dapat ditemui tentang Syekh Abdul Manan di antaranya Quran tertua yang ditulis tangan dengan tinta pohon pada abad 16 Masehi. Selain itu tak jauh dari Masjid Salabose terdapat makam Syeh Abdul Mannan di Kelurahan Pangali-ali, Kabupaten Majene yang menjadi tempat peristirahatan terakhir beliau.

Imam Masjid Salabose, Muhammad Gaus, yang juga salah satu keturunan Syeh Abdul Mannan menyebutkan sejumlah peninggalan sejarah Islam di Majene dan Sulbar seperti Quran tertua, masjid tertua yakni Masjid Salabose dan makam Syeh Abdul Mannan tetap dilestarikan masyarakat Majene sebagai salah satu benda sejarah, khususnya sejarah peradaban Islam di Majene hingga berkembang luas ke Sulbar hingga hari ini.

Makam Syekh Abdul Mannan diperkirakan berusia ratusan tahun. Kompleks makam almarhum dibangun di daerah perbukitan, tepatnya di tempat yang dikenal dengan nama puncak Poralle Salabose. Total luas area yang digunakan untuk membangun kompleks makam Syekh Abdul Mannan adalah sekitar satu hektare.
Lokasi makam Syekh Abdul Mannan masih sering dikunjungi para peziarah yang datang dari wilayah Majene, bahkan juga dari luar wilayah Provinsi Sulbar. Makam Syekh Abdul Mannan akan semakin dipadati pengunjung menjelang datangnya bulan suci Ramadan hingga sesudah lebaran Idulfitri, termasuk pada hari-hari besar keagamaan.

sumber : liputan6.com

Reaksi:

0 komentar: